Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Sunday, May 12, 2019

Faktor yang Mempengaruhi Psikologi Remaja

Faktor Yang Mempengaruhi Psikologi Remaja

cara berhenti merokok
Dokter SehatPerkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan hanya antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
Di kota-kota besar, tawuran ini sering terjadi, data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat, bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus.
Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak, paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.
pelajar yang berkelahi berasal dari sekolah kejuruan, berasal dari keluarga dengan ekonomi yang lemah. Data di Jakarta tidak mendukung hal ini, dari 275 sekolah yang sering terlibat perkelahian, 77 di antaranya adalah sekolah menengah umum. Begitu juga dari tingkat ekonominya, yang menunjukkan ada sebagian pelajar yang sering berkelahi berasal dari keluarga mampu secara ekonomi, tuduhan lain juga sering dialamatkan ke sekolah yang dirasa kurang memberikan pendidikan agama dan moral yang baik. Begitu juga pada keluarga yang dikatakan kurang harmonis dan sering tidak berada di rumah.
Padahal penyebab perkelahian pelajar tidaklah sesederhana itu, terutama di kota besar, masalahnya sedemikian kompleks, meliputi faktor sosiologis, budaya, psikologis, juga kebijakan pendidikan dalam arti luas (kurikulum yang padat misalnya), serta kebijakan publik lainnya seperti angkutan umum dan tata kota.
perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency), kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang mengharuskan mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat, sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, mereka bangga kalau dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya.
Faktor penyebab psikologis remaja :
1.Pengaruh rekan sebaya
Masa remaja merupakan masa hubungan sosial bukan hanya melibatkan ibu bapa tetapi juga rekan sebaya, meskipun waktu kanak-kanak juga memiliki teman sebaya akan tetapi pada waktu remaja, rekan sebaya mempunyai peranan yang sangat penting dan berhubungan pada masa ini yang sangat kritikal. Minat mereka selalunya adalah lebih mirip kepada minat teman daripada ibu bapa.
Remaja juga memperoleh kemahiran sosial yang hanya boleh didapat dan dilatih di kalangan rekan sebaya, bagi remaja, rekan sebaya menjadi sumber maklumat utama tentang dirinya dan juga orang lain. Rekan sebaya menjadi asas untuk membuat perbandingan antara tindakannya, sikapnya, perasaannya dan orang lain.
Pada umumnya remaja lelaki dan perempuan yang popular dianggap sebagai suka kepada orang lain, bertoleransi, bersimpati dan suka membantu rekan-rekan dengan membuat mereka rasa diterima dan melibatkan diri dengan merancang dan memulakan aktiviti kumpulan yang menarik dan menyeronokkan. Remaja seperti ini bersikap ceria, bersemangat, baik hati, boleh berjenaka, mempunyai daya usaha, dorongan dan idea yang baik.
Remaja yang tidak disanjung dan disingkirkan oleh rekan-rekan mempunyai cirri-ciri yang bertentangan dengan mereka yang popular, remaja ini merasa kurang yakin pada diri sendiri, penakut dan mencoba menjauhkan diri dari rekan sebaya. Remaja yang bersikap agresif, sombong dan terlalu mendesak akan tidak disukai dan kemungkinan ditolak rekan sebaya.
Kumpulan sebaya dikatakan menyumbang terhadap perkembangan sosial remaja terutamanya dalam pencapaian identity mereka, paling penting kumpulan remaja dapat memberi sokongan kepada ahli-ahlinya di samping keluarga mereka. Di sinilah remaja berpeluang mencuba berbagai peranan identity yang akhirnya akan menyumbang kepada personalitinya apabila dewasa kelak.
2.Pengaruh ibu bapa
Pengaruh ibu bapa dalam tingkah laku dan cir-ciri personaliti remaja boleh dipengaruhi oleh cara didikan semenjak dari kecil lagi, walau bagaimanapun seringkali timbul masalah antara ibu bapa dan remaja. Perbedaan pemahaman dan pengalaman merupakan masalah yang ketara dan ini dinamakan sebagai jurang generasi, jurang generasi merupakan salah satu punca konflik antara remaja dan ibu bapa. yaitu perbedaan yang terdapat dalam nilai, sikap dan tingkah laku antara generasi tua dengan generasi yang lebih muda yaitu remaja. Ibu bapa selalu memarahi anak remaja mereka yang dianggap tidak mematuhi kehendak dan peraturan mereka, perhubungan antara remaja dan ibu bapa akan baik sekiranya mereka berjauhan seperti anak remaja melanjutkan pelajaran ataupun bekerja di tempat lain.
Hubungan ibu bapa dan remaja yang positif akan membantu remaja menjalani kehidupan yang harmonis, Ini disebabkan remaja akan mempunyai hubungan yang baik dengan ibu bapa mereka dan sering berkongsi masalah serta nilai-nilai yang baik antara satu dengan lain. Hubungan antara tingkah laku dan personaliti remaja adalah dipengaruhi oleh cara didikan ibu bapa mereka.
3.Ibu bapa authoritarian
Cara didikan kategori ini adalah mengawal dan menilai tingkah laku remaja dengan menggunakan standard mutlak atau kawalan ketat, tidak ada tolak ansur tetapi remaja kena patuh segala arahan mereka. Ibu bapa beranggapan bahawa mereka tahu apa yang baik dan buruk dan perlu patuh tanpa menyoal, dari sini remaja akan berpegang teguh kepada nilai-nilai tradisional dan terus akur dengan kehendak ibu bapa walaupun ada di kalangan remaja yang marah dan menyimpannya di dalam hati mereka. Individu yang dibesarkan dengan cara ini lebih cenderung untuk mematuhi perintah dan akur kepada pihak berkuasa, mempunyai pemikiran yang konkrit, idea yang konvensional dan menyimpan rasa marah yang terkawal.
4.Ibu bapa yang mengabaikan anak-anak
Ibu bapa yang mengabaikan anak-anak tidak begitu keras dari segi kawalan dan disiplin anak-anak serta tidak tekal dalam amalan mereka, mereka tidak menerangkan kepada anak-anak mengapa tindakan tersebut dilakukan apabila menghukum atau mendenda dan biasanya ia lebih mengikut mood dan perasaan mereka. Remaja akan tidak dapat membendung rasa marah dan melepaskannya dalam bentuk tingkah laku anti-sosial.
Individu yang dibesarkan dengan cara ini akan bertindak melanggar undang-undang dan tidak mematuhi norma masyarakat, kajian menunjukkan sebilangan besar remaja delinkuen telah dididik dalam keadaan terabai yang akan bertindak secara agresif dan tidak mempunyai kawalan diri seperti ibu bapa mereka.
5.Ibu bapa yang amat melindungi
Ibu bapa sukar melepaskan anak-anak mereka melakukan sesuatu dengan sendiri dan sedaya upaya akan menentukan apa yang perlu dilakukan oleh anak-anak dan bila patut buat, mereka menggalakkan tingkah laku bergantung dan pasif serta mendisiplinkan mereka dengan cara tidak memberikan kasih saying sekiranya anak-anak tidak mengikut arahan mereka. Individu yang dibesarkan dengan cara ini akan cenderung untuk menjadi bergantung, pasif, bersopan dan akur. Remaja juga akan menjadi penakut, malu dan kurang keyakinan diri serta sukar untuk memjadi pemimpin dan melakukan aktiviti bersama rekan sebaya.
6.Ibu bapa permisif
Ibu bapa membenarkan remaja menggunakan diri mereka sebagai sumber serta mengikut kehendak remaja tanpa mendesak mengikut keinginan mereka, ibu bapa bukan sebagai orang yang bertanggungjawab dalam membentuk tingkah laku remaja. Remaja yang menerima didikan seperti ini mempunyai tingkah laku agresif dan tidak bertanggungjawab terutamanya remaja lelaki akan menunjukkan tingkah laku buli dan mementingkan diri sendiri.
7.Ibu bapa autoritatif
Ibu bapa mesra dengan anak-anak dan menerima mereka dengan baik serta dalam masa yang sama memberi kebebasan kepada anak-anak, mengikut Baumrind (1971), ibu bapa autoritatif menggunakan budibicara mereka dalam mengawal dan mendisiplin anak-anak supaya dapat disesuaikan dengan keperluan mereka. Ibu bapa menerangkan sebab atas segala tindakan dan sentiasa menjelaskan tentang harapan dan permintaan mereka yang perlu difahami oleh kanak-kanak tetapi boleh bertolak ansur dalam hal demikian itu, di samping itu ibu bapa juga sentiasa memberi pertimbangan kepada pendapat atau maklum balas daripada anak-anak.
Ibubapa autoritatif mahu anak-anak mereka hidup bahagia dan mengawal hidup mereka sendiri dan sebagai ibu bapa mereka membantu dari segi persediaan menjadi dewasa yang mempunyai kebebasan, bersedia mendengar dan mendidik anak-anak dengan tegas supaya anak-anak mereka mempunyai kekuatan ego dan berdisiplin. Didikan seperti ini akan menjadikan remaja cenderung menjadi egen sosial yang aktif dan mempunyai daya usaha, boleh berdikari, disiplin yang tinggi, bertanggungjawab, boleh berfikir untuk diri sendiri dan berpegang teguh kepada nilai norma.      
Read More

Fase-fase Perubahan Psikologis Masa Remaja


6 Konsep Psikologi Perkembangan Remaja Akhir

Sponsors Link
Menurut pendapat Mappiare, masa remaja berlangsung dari umur 12 tahun hingga 21 tahun untuk wanita dan juga 13 tahun hingga 22 tahun untuk pria. Rentang usia remaja tersebut terbagi menjadi 2 bagian yakni usia 12 dan 13 tahun sampai dengan 17 dan 18 tahun untuk remaja awal dan usia usia 17 dan 18 tahun sampai 21 dan 22 tahun untuk remaja akhir. Masa remaja akhir adalah masa saat seseorang berada di usia 17 dan 18 tahun hingga 21 dan 22 tahun dimana pada usia tersebut rata rata remaja sudah memasuki sekolah menengah tingkat atas dan saat sudah berada di kelas terakhir maka sudah bisa dianggap hampir dewasa dan berada pada ambang perbatasan untuk masuk dalam dunia kerja orang dewasa.
ads
Dalam konsep psikologi perkembangan remaja akhir atau adolesence berasal dari bahasa Latin yakni Adolescere yang memiliki arti tumbuh atau bertumbuh untuk mencapai kematangan. Istilah adolesence sendiri memiliki arti yang luas mencakup kematangan mental, sosial, emosional dan juga fisik.
Piaget mengatakan jika secara psikologis, masa remaja merupakan usia individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa dan usia dimana seorang anak sudah tidak merasa dibawah tingkat orang yang lebih dewasa melainkan berada di tingkatan yang sama setidaknya dalam masalah hak. Integrasi dalam masalah masyarakat dewasa memiliki banyak aspek apektif yang sedikit banyak berhubungan dengan masalah puber termasuk juga dengan perubahan intelektual yang terlihat mencolok. Untuk itu, remaja sering disebut dengan fase mencari jati diri atau topan dan badai dimana remaja masih belum bisa mengurangi dan menggunakan fisik atau psikis dengan maksimal.
Perkembangan dan Kesejahteraan Psikologi Remaja Akhir
Dalam sejarah psikologi perkembangan, Havighrust berpendapat jika tugas perkembangan merupakan tugas yang harus diselesaikan setiap individu dalam beberapa fase atau periode kehidupan tertentu. Jika berhasil mencapai hal tersebut maka kebahagiaan akan dicapai, namun jika sebaliknya maka akan berbuah kekecewasaan dan dicela oleh orang tua atau masyarakat serta mengganggu dalam perkembangan selanjutnya.
Ada beberapa hal yang harus dimiliki remaja dalam mempersiapkan diri untuk masuk ke masa dewasa supaya bisa memiliki pribadi utuh dalam arti luas. Setiap individu, apa yang harus dimiliki setiap individu ini nantinya akan berhubungan dengan perkembangan pikir, perasaan, sikap, kemauan dan juga perbuatan yang nyata. Beberapa tugas perkembangan fase remaja akhir diantaranya adalah:
  • Mencapai hubungan lebih matang dengan teman sebaya
  • Mencapai peran sosial sebagai seorang pria dan wanita
  • Menerima kondisi fisik dan memakainya secara efektif
  • Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan juga orang dewasa yang lain
  • Memiliki jaminan kemandirian ekonomi
  • Memilh dan mulai mempersiapkan karir
  • Mengembangkan keterampilan intelektual dan juga beberapa konsep yang dibutuhkan untuk warga negera
  • Memiliki perilaku bertanggung jawab secara sosial
  • Memiliki dan menerapkan nilai sistem etika sebagai bimbingan dalam berperilaku.
Konsep Perkembangan Remaja Akhir
Banyak tuntutan dari beberapa faktor religius, sosial dan juga nilai serta norma yang bisa mendorong remaja untuk bisa mulai memikul beban dan tanggung jawab. Harapan dan juga tuntutan tersebut yang nantinya melatarbelakangi beberapa tugas baru dalam perkembangan remaja termasuk juga remaja akhir. Jika dilihat secara sederhana, konsep perkembangan remaja akhir dalam teori psikologi perkembangan meliputi:
  1. Perkembangan Sosial
Satu dari sekian banyak perkembangan remaja yang tersulit adalah yang berkaitan dengan penyesuaian sosial. Setiap remaja harus bisa menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan yang sebelumnya tidak pernah dialami dan harus bisa menyesuaikan dengan orang dewasa diluar lingkungan sekolah ataupun keluarga. Untuk bisa memperoleh tujuan dari pola sosialisasi dewasa, maka seorang remaja harus bisa menyesuaikan dan yang terpenting adalah dalam urusan berperilaku sosial, pengelompokkan sosial yang baru, nilai baru dalam seleksi persahabatan, nilai baru dalam dukungan dan penolakan sosial serta nilai baru dalam seleksi pemimpin yang juga memiliki hubungan implikasi psikologi perkembangan dalam pendidikan
Remaja nantinya akan mulai banyak bergaul diluar rumah bersama dengan teman sebagai dalam kelompok sehingga akan lebih besar pengaruh dari teman sebaya dari segi sikap, minat, pembicaraan, penampilan dan juga perilaku mereka dibandingkan dengan pengaruh keluarga. Jiwa remaja yang selalu ingin terus maju ini juga akan membuat pengaruh kelompok sebaya mulai berkurang dan disebabkan karena 2 faktor yakni:
  • Remaja ingin menjadi individu yang mandiri dengan cara berusaha menemukan jati diri.
  • Terjadi dari pemilihan sahabat sehingga remaja tidak lagi memiliki minat di berbagai kegiatan yang berhubungan dengan masa anak anak.
Selain itu, ada beberapa karakteristik yang menonjol dari perkembangan sosial remaja dan beberapa diantaranya adalah:
  • Kesadaran akan kesunyian berkembang yang mendorong remaja untuk bergaul: Masa remaja disebut dengan masa sosial sebab di sepanjang masa remaja, hubungan sosial akan semakin terlihat jelas dan lebih dominan. Kesadaran akan kesendirian membuat remaja berusaha untuk mencari cara agar bisa berhubungan dengan orang lain dan mulai bergaul.
  • Usaha untuk memilih nilai nilai sosial: Ada dua kemungkinan yang bisa diambil oleh remaja saat berhadapan dengan nilai sosial tertentu yakni menyesuaikan diri dengan beberapa nilai tersebut dan juga tetap pada pendirian dengan segala sebab akibatnya. Ini mengartikan jika reaksi terhadap keadaan tertentu nantinya akan berlangsung berdasarkan norma tertentu. Untuk remaja idealis dan mempunyai kepercayaan penuh terhadap cita cita, maka menurut norma sosial mutal walau semua yang sudah dicobanya gagal. Sedangkan untuk remaja yang berskap pasif pada keadaan maka lebih mudah untuk menyerah bahkan apatis.
  • Ketertarikan dengan lawan jenis: Masa remaja sering disebut dengan masa biseksual. Meski kesadaran dengan lawan jenis berhubungan dengan perkembangan jasmani, namun sebenarnya yang lebih berkembang bukanlah jasmani namun mulai tumbuhnya ketertarikan dengan lawan jenis.
  • Mulai memilih karir tertentu: Memasuki usia remaja akhir, maka remaja akan mulai memilih karir tertentu meski dalam proses memilihnya seringkali mengalami kesulitan. Untuk itu remaja membutuhkan wawasan karir beserta keunggulan dan juga kelemahan dari setiap karir tersebut.
  1. Perkembangan Moral
Moral pada dasarnya adalah rangkaian nilai dari banyak perilaku yang harus dipatuhi dan menjadi kaidah norma serta pranta yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dengan kelompok sosial serta masyarakat sebagai ruang lingkup psikologi perkembangan. Moral adalah standar baik buruk yang akan ditentukan individu dari nilai sosial budaya dimana individu tersebut berperan sebagai anggota sosial.
Remaja nantinya diharapkan bisa mengganti beberapa konsep moral yang berlaku umum dan kemudian meruuskan dalam kode moral yang nantinya akan dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku. Ada 5 dasar dalam moral yang nantinya harus dilakukan oleh remaja, yakni:
  • Pandangan moral individu semakin lama semakin abstrak
  • Keyakinan moral akan berpusat pada apa yang benar dan salah dan keadilan moral sebagai kekuatan moral yang dominan
  • Penilaian moral akan semakin kognitif
  • Penilaian moral atidak terlalu egosentris
  • Penilaian moral secara psikologis semakin mahal sehingga penilaian moral menjadi bahan emosi dan menyebabkan ketegangan emosi.
  1. Perkembangan Seksual
Dalam masa remaja akhir nantinya akan ditemukan 1 identitas diri berbentuk perwujudan orientasi seksual yang tercermin dari emosional, hasrat seksual, romantis dan juga kasih sayang pada jenis kelamin yang sama, berbeda atau bahkan keduanya. Dalam masa remaja akhir nanrinya akan ditemukan cara untuk mengekspresikan diri mereka secara seksual sehingga beberapa remaja mulai melakukan cara untuk meredakan ketegangan seksual lewat masturbasi yang terpicu dari perilaku erotis.
  1. Perkembangan Intelegensi
Intelegensi adalah kemampuan untuk memakai alat bantu dan pikiran dengan tepat supaya bisa menyesuaikan diri pada beberapa tuntutan baru yang juga sangat penting dalam psikologi perkembangan anak usia dini. Intelegensi mengandung unsur pikiran atau ratio sehingga semakin banyak unsur yang dipakai dalam tindakan atau tingkah laku, maka semakin berintegrasi tingkah laku tersebut. Unsur intelegensi nantinya akan dinyatakan dalam IQ dan juga pengukuran intelegensi yang dilakukan para ahli nantinya akan diklasifikasikan.
  1. Perkembangan Emosi
Dalam perkembangan remaja akhir dan juga perilaku sehari hari, umumnya akan disertai dengan perbuatan seperti senang dan tidak senang. Perasaan yang menyertai perbuatan tersebut dinamakan sebagai warna afektif yang terkadang kuat, lemah dan terkadang tidak jelas. Jika warna tersebut kuat maka akan dinamakan dengan emosi dalam psikologi yang nantinya akan membuat beberapa perubahan fisik pada seseorang seperti:
  • Pupil mata membesar saat sedang marah
  • Reaksi elektris pada kulit akan meningkat saat sedang terpesona
  • Darah mengalir lebih cepat saat sedang marah
  • Bernafas panjang saat kecewa
  • Denyut jantung bertambah cepat saat sedang terkejut
  • Air liur mengering saat takut atau tegang
  • Pencernaan terganggu saat tegang
  • Bulu roma berdiri saat sedang takut.
Selain beberapa konsep diatas, ada beberapa konsep psikologi perkembangan remaja akhir lainnya yang akan terjadi saat tahapan perkembangan remaja paling akhir ini seperti:
Pembentukan konsep diri: Transisi dari periode anak anak menuju dewasa dimana secara psikologis kedewasaan tidak hanya sekedar terlihat dari usia tertentu namun keadaan seorang remaja yang sudah memiliki ciri psikologis tertentu seperti melihat diri sendiri secara objektif, memiliki falsafah hidup tertentu dan sebagainya.
Read More

Konsep Perkembangan Psikologis Masa Remaja


6 Konsep Psikologi Perkembangan Remaja Akhir

Sponsors Link
Menurut pendapat Mappiare, masa remaja berlangsung dari umur 12 tahun hingga 21 tahun untuk wanita dan juga 13 tahun hingga 22 tahun untuk pria. Rentang usia remaja tersebut terbagi menjadi 2 bagian yakni usia 12 dan 13 tahun sampai dengan 17 dan 18 tahun untuk remaja awal dan usia usia 17 dan 18 tahun sampai 21 dan 22 tahun untuk remaja akhir. Masa remaja akhir adalah masa saat seseorang berada di usia 17 dan 18 tahun hingga 21 dan 22 tahun dimana pada usia tersebut rata rata remaja sudah memasuki sekolah menengah tingkat atas dan saat sudah berada di kelas terakhir maka sudah bisa dianggap hampir dewasa dan berada pada ambang perbatasan untuk masuk dalam dunia kerja orang dewasa.
ads
Dalam konsep psikologi perkembangan remaja akhir atau adolesence berasal dari bahasa Latin yakni Adolescere yang memiliki arti tumbuh atau bertumbuh untuk mencapai kematangan. Istilah adolesence sendiri memiliki arti yang luas mencakup kematangan mental, sosial, emosional dan juga fisik.
Piaget mengatakan jika secara psikologis, masa remaja merupakan usia individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa dan usia dimana seorang anak sudah tidak merasa dibawah tingkat orang yang lebih dewasa melainkan berada di tingkatan yang sama setidaknya dalam masalah hak. Integrasi dalam masalah masyarakat dewasa memiliki banyak aspek apektif yang sedikit banyak berhubungan dengan masalah puber termasuk juga dengan perubahan intelektual yang terlihat mencolok. Untuk itu, remaja sering disebut dengan fase mencari jati diri atau topan dan badai dimana remaja masih belum bisa mengurangi dan menggunakan fisik atau psikis dengan maksimal.
Perkembangan dan Kesejahteraan Psikologi Remaja Akhir
Dalam sejarah psikologi perkembangan, Havighrust berpendapat jika tugas perkembangan merupakan tugas yang harus diselesaikan setiap individu dalam beberapa fase atau periode kehidupan tertentu. Jika berhasil mencapai hal tersebut maka kebahagiaan akan dicapai, namun jika sebaliknya maka akan berbuah kekecewasaan dan dicela oleh orang tua atau masyarakat serta mengganggu dalam perkembangan selanjutnya.
Ada beberapa hal yang harus dimiliki remaja dalam mempersiapkan diri untuk masuk ke masa dewasa supaya bisa memiliki pribadi utuh dalam arti luas. Setiap individu, apa yang harus dimiliki setiap individu ini nantinya akan berhubungan dengan perkembangan pikir, perasaan, sikap, kemauan dan juga perbuatan yang nyata. Beberapa tugas perkembangan fase remaja akhir diantaranya adalah:
  • Mencapai hubungan lebih matang dengan teman sebaya
  • Mencapai peran sosial sebagai seorang pria dan wanita
  • Menerima kondisi fisik dan memakainya secara efektif
  • Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan juga orang dewasa yang lain
  • Memiliki jaminan kemandirian ekonomi
  • Memilh dan mulai mempersiapkan karir
  • Mengembangkan keterampilan intelektual dan juga beberapa konsep yang dibutuhkan untuk warga negera
  • Memiliki perilaku bertanggung jawab secara sosial
  • Memiliki dan menerapkan nilai sistem etika sebagai bimbingan dalam berperilaku.
Konsep Perkembangan Remaja Akhir
Banyak tuntutan dari beberapa faktor religius, sosial dan juga nilai serta norma yang bisa mendorong remaja untuk bisa mulai memikul beban dan tanggung jawab. Harapan dan juga tuntutan tersebut yang nantinya melatarbelakangi beberapa tugas baru dalam perkembangan remaja termasuk juga remaja akhir. Jika dilihat secara sederhana, konsep perkembangan remaja akhir dalam teori psikologi perkembangan meliputi:
  1. Perkembangan Sosial
Satu dari sekian banyak perkembangan remaja yang tersulit adalah yang berkaitan dengan penyesuaian sosial. Setiap remaja harus bisa menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan yang sebelumnya tidak pernah dialami dan harus bisa menyesuaikan dengan orang dewasa diluar lingkungan sekolah ataupun keluarga. Untuk bisa memperoleh tujuan dari pola sosialisasi dewasa, maka seorang remaja harus bisa menyesuaikan dan yang terpenting adalah dalam urusan berperilaku sosial, pengelompokkan sosial yang baru, nilai baru dalam seleksi persahabatan, nilai baru dalam dukungan dan penolakan sosial serta nilai baru dalam seleksi pemimpin yang juga memiliki hubungan implikasi psikologi perkembangan dalam pendidikan
Remaja nantinya akan mulai banyak bergaul diluar rumah bersama dengan teman sebagai dalam kelompok sehingga akan lebih besar pengaruh dari teman sebaya dari segi sikap, minat, pembicaraan, penampilan dan juga perilaku mereka dibandingkan dengan pengaruh keluarga. Jiwa remaja yang selalu ingin terus maju ini juga akan membuat pengaruh kelompok sebaya mulai berkurang dan disebabkan karena 2 faktor yakni:
  • Remaja ingin menjadi individu yang mandiri dengan cara berusaha menemukan jati diri.
  • Terjadi dari pemilihan sahabat sehingga remaja tidak lagi memiliki minat di berbagai kegiatan yang berhubungan dengan masa anak anak.
Selain itu, ada beberapa karakteristik yang menonjol dari perkembangan sosial remaja dan beberapa diantaranya adalah:
  • Kesadaran akan kesunyian berkembang yang mendorong remaja untuk bergaul: Masa remaja disebut dengan masa sosial sebab di sepanjang masa remaja, hubungan sosial akan semakin terlihat jelas dan lebih dominan. Kesadaran akan kesendirian membuat remaja berusaha untuk mencari cara agar bisa berhubungan dengan orang lain dan mulai bergaul.
  • Usaha untuk memilih nilai nilai sosial: Ada dua kemungkinan yang bisa diambil oleh remaja saat berhadapan dengan nilai sosial tertentu yakni menyesuaikan diri dengan beberapa nilai tersebut dan juga tetap pada pendirian dengan segala sebab akibatnya. Ini mengartikan jika reaksi terhadap keadaan tertentu nantinya akan berlangsung berdasarkan norma tertentu. Untuk remaja idealis dan mempunyai kepercayaan penuh terhadap cita cita, maka menurut norma sosial mutal walau semua yang sudah dicobanya gagal. Sedangkan untuk remaja yang berskap pasif pada keadaan maka lebih mudah untuk menyerah bahkan apatis.
  • Ketertarikan dengan lawan jenis: Masa remaja sering disebut dengan masa biseksual. Meski kesadaran dengan lawan jenis berhubungan dengan perkembangan jasmani, namun sebenarnya yang lebih berkembang bukanlah jasmani namun mulai tumbuhnya ketertarikan dengan lawan jenis.
  • Mulai memilih karir tertentu: Memasuki usia remaja akhir, maka remaja akan mulai memilih karir tertentu meski dalam proses memilihnya seringkali mengalami kesulitan. Untuk itu remaja membutuhkan wawasan karir beserta keunggulan dan juga kelemahan dari setiap karir tersebut.
  1. Perkembangan Moral
Moral pada dasarnya adalah rangkaian nilai dari banyak perilaku yang harus dipatuhi dan menjadi kaidah norma serta pranta yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dengan kelompok sosial serta masyarakat sebagai ruang lingkup psikologi perkembangan. Moral adalah standar baik buruk yang akan ditentukan individu dari nilai sosial budaya dimana individu tersebut berperan sebagai anggota sosial.
Remaja nantinya diharapkan bisa mengganti beberapa konsep moral yang berlaku umum dan kemudian meruuskan dalam kode moral yang nantinya akan dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku. Ada 5 dasar dalam moral yang nantinya harus dilakukan oleh remaja, yakni:
  • Pandangan moral individu semakin lama semakin abstrak
  • Keyakinan moral akan berpusat pada apa yang benar dan salah dan keadilan moral sebagai kekuatan moral yang dominan
  • Penilaian moral akan semakin kognitif
  • Penilaian moral atidak terlalu egosentris
  • Penilaian moral secara psikologis semakin mahal sehingga penilaian moral menjadi bahan emosi dan menyebabkan ketegangan emosi.
  1. Perkembangan Seksual
Dalam masa remaja akhir nantinya akan ditemukan 1 identitas diri berbentuk perwujudan orientasi seksual yang tercermin dari emosional, hasrat seksual, romantis dan juga kasih sayang pada jenis kelamin yang sama, berbeda atau bahkan keduanya. Dalam masa remaja akhir nanrinya akan ditemukan cara untuk mengekspresikan diri mereka secara seksual sehingga beberapa remaja mulai melakukan cara untuk meredakan ketegangan seksual lewat masturbasi yang terpicu dari perilaku erotis.
  1. Perkembangan Intelegensi
Intelegensi adalah kemampuan untuk memakai alat bantu dan pikiran dengan tepat supaya bisa menyesuaikan diri pada beberapa tuntutan baru yang juga sangat penting dalam psikologi perkembangan anak usia dini. Intelegensi mengandung unsur pikiran atau ratio sehingga semakin banyak unsur yang dipakai dalam tindakan atau tingkah laku, maka semakin berintegrasi tingkah laku tersebut. Unsur intelegensi nantinya akan dinyatakan dalam IQ dan juga pengukuran intelegensi yang dilakukan para ahli nantinya akan diklasifikasikan.
  1. Perkembangan Emosi
Dalam perkembangan remaja akhir dan juga perilaku sehari hari, umumnya akan disertai dengan perbuatan seperti senang dan tidak senang. Perasaan yang menyertai perbuatan tersebut dinamakan sebagai warna afektif yang terkadang kuat, lemah dan terkadang tidak jelas. Jika warna tersebut kuat maka akan dinamakan dengan emosi dalam psikologi yang nantinya akan membuat beberapa perubahan fisik pada seseorang seperti:
  • Pupil mata membesar saat sedang marah
  • Reaksi elektris pada kulit akan meningkat saat sedang terpesona
  • Darah mengalir lebih cepat saat sedang marah
  • Bernafas panjang saat kecewa
  • Denyut jantung bertambah cepat saat sedang terkejut
  • Air liur mengering saat takut atau tegang
  • Pencernaan terganggu saat tegang
  • Bulu roma berdiri saat sedang takut.
Selain beberapa konsep diatas, ada beberapa konsep psikologi perkembangan remaja akhir lainnya yang akan terjadi saat tahapan perkembangan remaja paling akhir ini seperti:
Pembentukan konsep diri: Transisi dari periode anak anak menuju dewasa dimana secara psikologis kedewasaan tidak hanya sekedar terlihat dari usia tertentu namun keadaan seorang remaja yang sudah memiliki ciri psikologis tertentu seperti melihat diri sendiri secara objektif, memiliki falsafah hidup tertentu dan sebagainya.
Read More

Perkembangan Psikologis Remaja

Perkembangan Psikologi Remaja

1. Siapa Remaja itu?
Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir. Baca selengkapnya di Batasan Usia Remaja

2. Ciri-ciri atau Karakteristik Psikologi Remaja

a. Perkembangan Fisik Psikologi Remaja
Fase remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pada remaja awal, pertumbuhan fisiknya sangat pesat tetapi tidak proporsional, misalnya pada hidung, tangan, dan kaki. Pada remaja akhir,proporsi tubuhmencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua bagiannya (Syamsu Yusuf :2005). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini, perkembangan terpenting adalah aspek seksualitas ini dapat dipilah menjadi dua bagian, yakni :
1) Ciri-ciri Seks Primer
Perkembangan psikologi remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan remaja pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung. Psikologi remaja
2) Ciri-ciri Seks Sekunder
Perkembangan psikologi remaja pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan. Remaja pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria berubah menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada remaja wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.
b. Perkembangan Kognitif Psikologi Remaja
Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12–20 thn secara fungsional, perkembangan kognitif (kemampuan berfikir) remaja dapat digambarkan sebagai berikut
a. Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak
b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah
c. Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit dengan yang abstrak
d. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis
e. Memikirkan masa depan, perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya psikologi remaja
f. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi
g. Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas, dan identitas (jati diri)

c. Perkembangan Emosi Psikologi Remaja

Remaja mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat tinggi. Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. Remaja yangberkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnyaterhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”, misalnya : psikologi remaja
1) Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya
2) Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang
Sedangkan remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi remaja menjadi :
1) Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain), ramah, dan lain-lainnya
2) Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimistik, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak
d. Pekembangan Moral Psikologi Remaja
Remaja sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja, tetapi meningkat pada tatanan psikologis (rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain). psikologi remaja
e. Perkembangan Sosial Psikologi Remaja
Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (social cognition) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi, minat, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya.
Perkembangan sikap yang cukup rawan pada remaja adalah sikap comformityyaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, pikiran, nilai-nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran, keinginan, dan lain-lainnya.
f. Perkembangan Kepribadian Psikologi Remaja
Psikologi remaja. Isu sentral pada remaja adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan problem “siapa saya?” (Who am I ?). Terkait dengan hal tersebut remaja juga risau mencari idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan. Faktor-faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi remaja (psikologi remaja) adalah :
1) Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekuensi untuk berperilaku dewasa pula
2) Kematangan seksual berimplikasi kepada dorongan dan emosi-emosi baru
3) Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali obsesi dan cita-citanya
4) Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan lawan jenis
5) Munculnya konflik-konflik sebagai akibat masa transisi dari masa anak menuju dewasa. Remaja akhir sudah mulai dapat memahami, mengarahkan, mengembangkan, dan memelihara identitas diri
Tindakan antisipasi remaja akhir adalah:
1) Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan dirinya
2) Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang diidamkan
3) Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap teman-temannya
4) Mengembangkan sikap-sikap pribadinya
g. Perkembangan Kesadaran Beragama
Iman dan hati adalah penentu perilaku dan perbuatan seseorang. Bagaimana perkembangan spiritual ini terjadi pada psikologi remaja? Sesuai dengan perkembangannya kemampuan kritis psikologi remaja hingga menyoroti nilai-nilai agama dengan cermat. Mereka mulai membawa nilai-nilai agama ke dalam kalbu dan kehidupannya. Tetapi mereka juga mengamati secara kritis kepincangan-kepincangan di masyarakat yang gaya hidupnya kurang memedulikan nilai agama, bersifat munafik, tidak jujur, dan perilaku amoral lainnya. Di sinilah idealisme keimanan dan spiritual remaja mengalami benturan-benturan dan ujian.
Demikian perkebangan psikologi remaja, mudah-mudahanan dapat bermanfaat.
Read More

Dasar-dasar Ilmu Psikologi

“Di mana ada manusia, di situ ilmu psikologi diterapkan” – Anonim
Seberapa kenal Anda terhadap ilmu psikologi? Mempelajari ilmu psikologi tidak melulu membahas mengenai karakter kepribadian manusia namun ada banyak yang bisa Anda pelajari ketika Anda memutuskan untuk kuliah di jurusan psikologi.
Banyak orang yang salah sangka dengan menganggap bahwa semua lulusan psikologi bisa disebut sebagai psikolog. Asalkan orang tersebut mengambil pendidikan psikologi maka orang tersebut dianggap bisa memberikan solusi pada semua masalah terkait psikologi. Padahal tidak semua lulusan psikologi mempunyai hak untuk melakukan hal tersebut. Lantas siapa yang lebih berhak dalam melakukannya? Apakah lulusan psikologi hanya sebatas memberikan alat tes dan menjadi tempat konseling?
Tulisan ini akan membahas bagaimana dunia pendidikan psikologi yang sesungguhnya, ruang lingkupnya, hingga penerapannya dalam masyarakat.
Mengenal Psikologi
Psikologi merupakan ilmu yang berfokus pada perilaku dan proses mental yang melatarbelakangi kehidupan manusia serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ahli dalam ilmu psikologi dibagi menjadi dua bagian yaitu profesi yang berkaitan dengan praktik psikologi dan ilmu psikologi yang termasuk dalam ilmu murni sains dan terapan. Untuk ahli yang mempelajari bidang ilmu psikologi dengan latar belakang pendidikan S1, S2, dan S3 dalam bidang psikologi disebut ilmuwan psikologi.
Lulusan S1 belum bisa disebut sebagai psikolog dan tidak mempunyai wewenang untuk membuka praktik. Untuk bisa menjadi psikolog Anda harus menempuh pendidikan S2 pendidikan magister profesi psikologi dan lulusannya dapat membuka praktik sendiri. Apakah lulusan S2 psikologi di luar negeri bisa membuka praktik di dalam negeri (Indonesia)? Jawabannya, tidak bisa. Hal ini dikarenakan kompetensi yang diajarkan berbeda. Jadi, Anda harus mengambil S2 lagi di dalam negeri jika Anda ingin menjadi psikolog dan membuka praktik. Untuk lulusan yang bukan dari profesi psikologi, seperti ilmu psikologi sains dan terapan, tidak bisa disebut sebagai psikolog dan tidak memiliki hak dan kompetensi psikolog. Untuk lulusan ini biasanya lebih banyak melakukan penelitian dan pengembangan teori serta banyak yang menjadi dosen di perguruan tinggi.
Adapun psikolog adalah satu-satunya yang memiliki hak dan kompetensi untuk memberikan jasa psikologi. Jasa psikologi tersebut bisa yang terkait pemeriksaan psikologi menggunakan alat tes maupun proses konsultasi atau konseling psikologi. Laporan hasil pemeriksaan psikologi berupa interpretasi hasil tes beserta hasil dari catatan semua proses asesmen dan kesimpulan, hanya bisa diberikan oleh psikolog. Laporan ini bersumber dari hasil tes dan konsultasi yang mendalam kepada klien. Selain memberikan interpretasi hasil tes psikologi, psikolog juga dapat melakukan konseling kepada klien dan memberikan terapi psikologis.
Untuk ilmuwan psikologi, dalam hal ini lulusan S1 psikologi dan S2 psikologi non-profesi, hanya dapat terlibat dalam pemberian tes psikologis dan sebatas melakukan administrasi tes dan penghitungan skor. Mereka tidak dapat melakukan interpretasi tes karena hanya psikolog yang boleh melakukan hal tersebut. Meski demikian, ilmuwan psikologi banyak berjasa dengan melakukan penelitian dalam bidang psikologi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Hasil dari penelitian tersebut dapat digunakan dalam berbagai bidang disiplin ilmu.
Sebagai tambahan, intervensi tidak hanya dapat dilakukan oleh psikolog tapi juga dapat dilakukan oleh ilmuwan psikologi maupun profesional bidang lainnya. Tujuan dari dilakukannya intervensi adalah sebagai upaya untuk mengubah perilaku, pikiran, dan perasaan seseorang atau kelompok dalam pemecahan masalah, peningkatan kemampuan dalam penanganan masalah dan pencegahan timbulnya masalah.
Berbagai bidang dalam psikologi
  1. Psikologi Perkembangan. Mempelajari proses perkembangan manusia pada seluruh rentang kehidupannya dimulai dari bayi hingga lansia.
  2. Psikologi Klinis. Anda akan menggali secara mendalam mengenai perilaku manusia dari sisi fisiologis dan keadaan mentalnya. Contohnya gangguan skizofrenia, gangguan bipolar, dan sebagainya.
  3. Psikologi Pendidikan. Berfokus pada bidang pendidikan seperti penanganan murid bermasalah, hingga merancang strategi yang tepat agar kegiatan belajar efektif.
  4. Psikologi Sosial. Berfokus pada interaksi sosial pada masyarakat. Seperti melakukan intervensi sosial kepada kelompok masyarakat.
  5. Psikologi Industri dan Organisasi. Bidang ini mempelajari psikologi dibalik proses manajemen di perusahaan atau organisasi.
Nah sekarang Anda tahu kan jika lulusan psikologi tidak selalu berakhir menjadi psikolog. Banyaknya bidang dalam ilmu psikologi tidak membatasi lulusannya hanya untuk menjadi psikolog.
Sudah merasa lebih dekat dengan ilmu psikologi?

Read More

13 Cara Membaca Pikiran Orang

3 Cara Membaca Pikiran Orang Menurut Psikologi

Sponsors Link
Diantara kita tentu sudah mengetahui apa itu psikologi, kebanyakan orang menganggap bahwa psikologi adalah ilmu yang sudah pasti digunakan untuk membaca pikiran orang, misalnya ketika digunakan dalam bidang pekerjaan untuk memahami karakter calon pekerja dan mengetahui sifat dasarnya secara garis besar.
ads
Sesungguhnya tidak demikian sebab psikologi sendiri sangatlah luas bidangnya, namun tingkah laku, kebiasaan, cara berfikir, kejiwaan, dan sebagainya memang bisa dipelajari dalam psikologi sehingga secara tidak langsung juga dapat membaca pikiran orang, bagaimana cara mempelajarinya? Yuk simak lengkapnya dalam artikel berikut, 13 cara membaca pikiran orang menurut psikologi.
1. Pertanyaan Cepat
Ketika membaca pikiran seseorang secara psikologi, tentunya kita dapat memperhatikannya dari apa yang diucapkan dan dilakukan oleh orang tersebut, cara membaca pikiran orang menurut psikologi dpaat dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara cepat dan memastikan pertanyaan yang kita berikan ialah yang bersifat mendalam atau khusus. (Baca juga mengenai pengertian LGBT menurut para ahli)
Misalnya ialah pertanyaan “buku apa yang saat ini dibaca” daripada menanyakan “apa yang terjadi pada keluarga anda saat ini” sebab pertanyaan mengenai buku akan memberikan jawaban yang lebih spesifik dan dapat diambil kesimpulan darinya apa yang saat ini menjadi hobi atau rutinitasnya dan apa yang dipikirkan mengenai hal tersebut. (Baca juga mengenai konsep psikologi proyektif).
2. Inkonsistensi
Kebiasaan ialah sesuatu yang dilakukan dengan rutin dan memiliki waktu tertentu, misalnya ada sesuatu yang biasa ia lakukan dan tidak ia lakukan yang disebut dengan inkonsistensi tentunya anda tahu jika sesuatu tengah terjadi dan anda akan mengetahui apa yang dipikirkannya dari hal hal yang biasa ia lakukan tersebut. (Baca juga mengenai contoh fenomena dalam psikologi sosial).
3. Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh ialah salah satu bagian dari ilmu psikologi yang berhubungan dengan gerakan seseorang. Contoh secara langsung dalam kehidupan sehari hari misalnya ketika seseorang terdiam karena mendengar candaan temannya. Kita mengamati bahasa tubuh orang tersebut dan mungkin akan memberikan kesimpulan bahwa ia sedang tersinggung. (Baca juga mengenai teori mediasi dalam psikolinguistik).
Semua itu dapat dilihat gerakan tubuhnya yang menandakan bahwa ia tidak nyaman dan merasa marah seperti menjauhkan tubuh dan memalingkn wajah sehingga dapat diketahui bahwa pikiran orang tersebut terhadap candaan temannya bukanlah sesuatu yang menurutnya bercanda, mungkin ia pernah mengalami hal buruk mengenai candaan tersebut dan sebagainya. (Baca juga mengenai tingkatan dalam gangguan jiwa).
4. Ekspresi Wajah
Jelas bahwa ekspresi wajah dapat digunakan sebagai bahan belajar untuk cara membaca pikiran orang menurut psikologi, ekspresi wajah walaupun dibuat buat tetap akan terlihat sebab memiliki hubungan antara apa yang ditampilkan dengan suasana hati yang diatur oleh syaraf otak, misalnya ialah mengetahui pikiran seeorang yang senang terlihat dari senyumnya yang lepas, kontak mata, duduk atau berdiri dengan santai, dan tubuh mencondong dengan arah mendekat.

5. Cara Menyentuh
Dalam kondisi sehari hari, ketika bertemu seseorang tentu akan saling menyentuh, misalnya dengan bersalaman atau berpelukan jika sudah dalam kondisi akrab. Kita dapat mengetahui pikiran seseorang melalui hal tersebut, misalnya cara bersalaman, apakah genggaman terasa lemah atau lebih kuat, atau mungkin tidak mau bersalaman, dari hal tersebut dapat diambil kesimpulan apa yang sedang ia pikirkan tentang kita.
6. Sudut Wajah
Seseorang mungkin bisa berpura pura sedih atau bahagia dari apa yang ia tampilkan di wajahnya, namun jika diamati lebih detail akan terlihat perbedaan, cara membaca pikiran seseorang menurut psikologi ialah melalui sudut wajahnya, misalnya ia berkata iya namun terdapat lekukan di ujung bibir saat tersenyum atau alis yang melengkung artinya sesungguhnya ia tidak setuju namun ia tidak menyampaikannya.
7. Jarak
Jarak ialah gambaran kedekatan seacra emosional, seseorang yang menjaga jarak dengan kita, maka dapat diketahui apa yang ada dalam pikirannya ialah ia tidak ingin terlibat lebih dekat dengan kita atau mungkin merasa tidak nyaman seperti malu atau takut. Jarak tersebut juga berhubungan dengan apa yang ia tampilkan di ekspresi wajahnya.
8. Nada Bicara
Nada berbeda dengan volume, nada bicara dapat menjadi cara membaca pikiran seseorang menurut psikologi, misalnya jika ia berbicara keras maka ia berusaha menunjukkan rasa percaya diri, ketika dia sering berhenti dengan kata “hmmm” atau “uh” maka kemungkinan ia dalam kondisi yang sedang gugup, perhatikan juga apakah nada tersebut sesuai dengan ekspresi wajahnya.
9. Respon
Respon ialah apa yang diberikan seseorang ketika ia sedang diajak berbicara atau diajak berinteraksi, hal itu juga dapat digunakan sebagai cara membaca pikiran orang menurut psikologi, misalnya ialah respon yang cepat menandakan bahwa ia sedang malas berinteraksi atau memiliki urusan yang menurutnya lebih penting sedangkan respon yang panjang dan berkelanjutan menandakan ia sedang tertarik dengan apa yang sedang dibicarakan.
10. Pilihan Kata
Kata ialah pemberian dukungan atau tolakan terhadap sesuatu hal, juga pikirannya mengenai hal tersebut. Misalnya ialah ketika berbicara mengenai sesuatu hal dan ia mengucapkan dengan pilihan kata yang negatif, maka dapat diketahui bahwa ia kurang suka atau tidak setuju terhadap hal tersebut, dan juga sebaliknya.
11. Cara Berjalan
Cara berjalan ialah sesuatu yang mudah dipelajari untuk mengetahui pikiran seseorang secara psikologi, contohnya ialah seseorang yang berjalan tegap dan mengayunkan tubuh dengan pasti maka ia adalah orang yang sedang percaya diri, namun jika seseorang sedang memiliki pikiran yang tegang, cemas, atau takut ia akan berjalan dengan menundukkan kepala sehingga dapat dilakukan pendekatan secara personal untuk mengetahui alasannya.
12. Deduksi
Artinya penarikan kesimpulan dari keadaan dari hal yang uum menjadi hal yang khusus. Kebenaran mengenai apa yang dipikirkan orang akan terbukti setelah mengetahui gambaran awal dari suatu kejadian atau fakta. Misalnya ialah ketika ada seseorang yang meletakkan sebuah bolpoin di lantai, tentu dapat ditarik kesimpulan bahwa ada maksud tertentu dari orang tersebut yakni berniat ingin mencari perhatian orang lain atau ia memang merasa bolpoin yang digunakannya tersebut tak lagi bermanfaat untuknya.
13. Kenal Secara Mendalam
Mengetahui pikiran orang lain dengan cara ini tidak bisa dilakukan secara langsung atau kepada orang yang baru dikenal sebab harus mengetahui informasi pribadi secara mendalam tentang diri orang tersebut. Misalnya ialah mengenai pikirannya terhadap peristiwa tertentu, hal itu dapat diketahui secara psikologi dari apa saja yang pernah dilaluinya sehubungan dengan peristiwa tersebut di masa lalunya.
Demikian artikel kali ini, semoga mudah dipahami oleh anda dan dapat menjadi wawasan yang bermanfaat, jangan lupa selalu perbarui ilmu anda dengan membaca artikel artikel mengenai dunia psikologi di website kami. Terima kasih. Salam hangat.
Read More

Mempelajari Psikologis Kepribadian

Belajar Psikologi Kepribadian, Untuk mengenal Seseorang Lebih Dalam Pra Yogi 15 3 min read Facebook Twitter Postingan Belajar Psikologi kepribadian ini adalah salah satu materi dari serial panduan saya yang berjudul Panduan Sistematis Cara MEMBACA PIKIRAN ORANG (Psikologi, Bahasa Tubuh & Trik Pikiran)Nah salah satu cara untuk dapat membaca orang adalah dengan mengetahui karakter atau sifat orang tersebut, dan jawabannya adalah dengan belajar psikologi kepribadian. Belajar Psikologi Kepribadian Psikologi kepribadian mudahnya adalah mempelajari ilmu psikologi yang mempelajari tentang kepribadian seseorang … Atau di dalam bahasa inggris disebut personality. Tujuan dari kita belajar ilmu psikologi kepribadian tentunya agar kita mengetahui tipe-tipe kepribadian manusia. Sehingga kita mampu memahami orang lain, Tonton ini, dan ingatan anda akan meningkat seketika Karena apapun tindakan yang seseorang lakukan tentunya dipengaruhi oleh kepribadiannya. Dalam memutuskan untuk bersikap atau menentukan pilihan-pilihannya. Saat kita mengerti gambaran besar tentang kepribadian manusia, kita bisa menggolongkan tipe kepribadian orang tersebut. Sehingga bisa juga kita gunakan untuk menarik kesimpulan apa sih yang sebenarnya dia pikirkan saat ini. Membandingkan kondisi saat ini dan kepribadian orang tersebut. Nah, bagaimana kita mengenali kepribadian orang tersebut? A.  Apa sih kepribadian (personality) itu? Dalam belajar psikologi kepribadian tentunya anda juga harus tahu makna kepribadian sendiri. Yang maknanya terkadang masih rancu di benak masyarakat. Ada beberapa kata yang masih di jadikan sinonim dari kepribadian. Padahal arti mereka berbeda satu sama lain. misalnya, Karakter (Character) berbeda dengan personality. Padahal Karakter lebih merupakan  penggambaran tingkah laku yang bisa di nilai baik buruknya, benar salahnya. Kemudian watak (Disposition) , adalah sebuah karakter yang kentara sekali dari seseorang. Yang telah di miliki lama dan tidak berubah-ubah. Contoh, Watak anak itu pemarah. Sifat (Traits) , adalah sebuah respon yang kita berikan pada suatu kejadian atau keadaan yang menimpa kita. Kejadian yang persis dan respon yang sama berarti itu menandakan sifat kita. Misal, sari orangnya itu mudah tersinggung. Ciri (Type-Attribute) , ini mirip dengan sifat namun dalam stimulan (kejadian atau keadaan yang membuat kita meresponnya) yang lebih terbatas lagi, tidak dalam cakupan yang seluas sifat. Andi orangnya pemalu jika berhadapan dengan cewek. Kebiasaan (habit), adalah sebuah tindakan yang kita lakukan berulang-ulang dari stimulan yang sama. Contoh Tono selalu saja terlambat 5 menit saat sekolah. Nah lantas kepribadian itu apa sih? berikut ini saya temukan beberapa pengertian dari pakar yang telah di kumpulkan oleh Psycoshare.com Beberapa contoh definisi kepribadian: Kepribadian adalah : Nilai sebagai stimulus sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan (Hilgard & Marquis) Kehidupan seseorang secara keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuannya bertahan dan membuka diri, kemampuan memperoleh pengalaman (Stern) Organisasi dinamik dalam sistem psikofisiologik seorang yang menentukan model penyesuaiannya yang unik dengan lingkungannya (Allport) Pola trait-trait yang unik dari seseorang (Guilford) Seluruh karakteristik seseorang atau sifat umum banyak orang yang mengakibatkan pola yang menetap dalam merespon suatu situasi (Pervin) Seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil, yang menentukan ke-umuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir, merasa, dan gerakan) dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologic saat itu (Mandy atau Burt) Lembaga yang mengatur organ tubuh, yang sejak lahir sampai mati tidak pernah berhenti terlibat dalam pengubahan kegiatan fungsional (Murray) Pola khas dari fikiran, perasaan, dan tingkah laku yang membedakan orang satu dengan yang lain dan tidak berubah lintas waktu dan situasi (Phares) Baca Juga  Intuisi, Pengertian dan Cara Mempertajam Intuisi, Lengkap!! Yah, mungkin akan sedikit membingungkan. tapi intinya kepribadian adalah sesuatu tingkah laku yang unik dari diri setiap orang. Mereka lebih tanpa ada pengaruh apapun, seperti kata pepatah “udah dari sononya” hehe. Setidaknya dalam belajar psikologi kepribadian anda tahu gambaran makna dari kepribadian itu sendiri. B. Macam-Macam Kepribadian Manusia Sebenarnya banyak teori tentang macam-macam kepribadian manusia. Jika anda benar-benar antusias untuk belajar psikologi kepribadian bisa anda baca di buku-buku psikologi. Namun, kita tidak terlalu perlu menghafal kesemuanya. Karena pada dasarnya setiap ilmuwan mengumumkan teorinya berdasarkan pengamatan. Yang artinya jika anda sering mengamati seseorang kemungkinan besar pikiran bawah sadar anda akan mampu mengelompokkan tipe-tipe kepribadian seseorang. Apa yang dilakukan ilmuwan sebagian besar hanyalah pada masalah penamaan saja. Carl jung dengan 3 kepribadiannya. Car Jung adalah seorang psikologis terkenal yang berasal dari swiss. Dia yang kemudian membedakan kepribadian manusia menjadi introvert, ekstrovert dan ambivert. Anda tentunya familiar kan dengan tipe-tipe kepribadian yang diutarakan Carl Jung tersebut. Berikut gambaran besarnya, Introvert adalah kepribadian yang sering kita sebut sebagai orang yang pendiam, tertutup, kemampuan sosialnya kurang dan sejenisnya. Lebih lengkap tentang introvert disini Introvert Adalah ?? Pengertian Dan Fakta Menarik (Wajib Baca) Sedangkan Ekstrovert adalah kebalikan dari introvert. Dia adalah kaum dengan kemampuan sosial tinggi, mudah bergaul dan terbuka. Tentu keduanya memiliki kelebihan masing-masing, tentu anda bisa membaca pikiran seorang introvert jika dia diajak ke suatu tempat yang ramai untuk bersosial. dan kebalikannya tentu anda akan tahu ketika seorang ekstrovert merasa bosan dengan kegiatan yang begitu-begitu saja. Dan masih banyak lainnya. Sedangkan Ambivert adalah garis tengah dari mereka berdua. Dia bisa menjadi seorang introvert dan juga cukup ahli menjadi ekstrovert. Hippocrates dengan 4 teori kepribadiannya. Hippocrates adalah seorang tokoh filsuf ternama dari yunani. Dia berpendapat bahwa manusia memiliki 4 jenis kepribadian. Yaitu sanguin, koleris, melankolis, dan plegmatis. Sanguinis, lebih seperti ekstrovert. Dia ramah, selalu bersemangat, suka berbicara dan terlihat mencolok di suatu kelompok walaupun bukan tipe pemimpin, pikirannya juga sering berubah-ubah. Baca Juga  Belajar Membaca BAHASA TUBUH Bisa Bikin Ketagihan - Begini caranya! Koleralis sifatnya terlihat lebih keras kepala, optimis, suka memimpin dan bersemangat tapi juga penuh emosional. Melankolis lebih sensitif, tetapi juga analis, pendendam dan lebih mudah melihat sisi negatif, suka bergaul dan tidak suka menjadi perhatian. Tetapi kebanyakan mereka adalah pengusaha yang hebat. Plegmatis adalah orang yang penyabar, suka mencari solusi tercepat, teratur, selera humor-nya lebih sarkasme, dan mudah bergaul, tidak suka hal baru, lebih menjadi penonton. Menurut saya tipe-tipe yang diutarakan oleh Hippocrates ini masih banyak yang terlihat ambigu dan agak sulit di bedakan satu sama lain. Namun begitu, masih terlihat ciri khas dari masing-masing kepribadiannya. B. 16 Macam Kepribadian Manusia 16 kepribadian ini di ungkapkan oleh Isabel Briggs Myers, yang kemudian dia mengembangkan sebuah psikotes untuk ke-16 tipe kepribadian itu. Tes tersebut dinamakan MBTI (Myers-Birggs Type Indicator). Tes psikologi ini bekerja dengan melihat bagaimana manusia menentukan keputusannya dan cara pandangnya terhadap dunia. Psikotes ini dirancang 1940, tes ini di fungsikan untuk mengukur kecerdasan, bakat, dan tipe kepribadian seseorang. Yan intinya tujuan kita mempelajari ini adalah untuk mengetahui ke 16 tipe kepribadian menurut Briggs Myers ini. Karena terlalu banyak, alangkah baiknya kalo kita pelajari saja inti pokok dari ke 16 nya. Hal ini tentunya juga baik untuk Anda yang belajar psikologi kepribadian, sehingga tidak melulu textbook tetapi juga melatih pemahaman secara bawah sadar. 16 itu di dapat dari kombinasi dari 4 dimensi, setiap dimensi memiliki dua kemungkinan sebagaimana berikut ini: Pemusatan Perhatian Pada dimensi ini ada dua kemungkinan yaitu Introvert (I) atau Ekstrovert (E). Memahami Informasi Dalam memahami informasi dari luar manusia memiliki dua sifat, yaitu memahami dengan informasi-informasi yang diterima dan di nalar dengan pikiran. Seperti sebuah sensor pada robot. Sensing (S). Atau dia lebih mengedepankan feeling, intuisi. Intuition (N) . Menyimpulkan dan Memutuskan Dalam mengambil keputusan atau menyimpulkan sesuatu seseorang bisa lebih sering menggunakan pikiran. Thingking (T). Atau lebih sering mengambil keputusan berdasarkan perasaan. Feeling (F). Pola Hidup Pola kebiasaan manusia hidup bisa teratur dan terencana. Judging ( J) Baca Juga  Ekstrovert adalah? Pengertian & 4 Sifat Rahasia Yang Mereka Miliki Atau lebih terbuka dan menerima kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Percieving (P)   Nah Anda bisa mengombinasikan setiap kemungkinan yang terjadi dari keempat dimensi tersebut. Saya lebih suka mengamati daripada memberikan tes tertulis untuk menentukan tipe kepribadian seseorang. Berikut daftar lengkapnya, C. Teori Kepribadian Ala Bacapikiran.com Saya sendiri secara tidak sengaja menemukan teori ini, akan tetapi tidak begitu yakin apakah belum ada yang mempublikasikannya lebih dahulu. Jadi harap Anda anggap sebagai materi sharing saja antara kita berdua. Mengetahui tipe kepribadian seseorang dengan alam bawah sadar. Cara ini bisa Anda terapkan untuk mengenal lebih dalam seseorang yang baru Anda temui dengan instan. Seakan-akan Anda bisa mengetahui keseluruhan sifatnya. Berikut penjelasannya. Tentunya Anda pernah merasakan bertemu orang yang mirip dengan teman Anda, bukan? Jadi teorinya adalah memanfaatkan hal ini, dengan menggunakan database yang tersimpan di otak bawah sadar kita. Setelah saya amati berulang kali, ternyata kita menentukan seseorang itu mirip dengan orang lain tidak hanya dengan wajahnya tetapi lengkap dengan tingkah lakunya, karakternya, sifatnya dan kepribadiannya. Secara tidak sengaja hal itu telah di proses oleh otak bawah sadar Anda. Jadi, semakin Anda merasa yakin orang itu mirip dengan orang yang sudah Anda kenal sebelumnya. Saya jamin dia memiliki sifat yang sangat hampir sama. Bahkan bisa sama persis. Jadi kesimpulannya, biarlah intuisi pikiran kita yang bekerja jika kita mendapati seseorang yang mirip. Gunakan itu sebagai keuntungan Anda untuk mengenalnya. Bahkan anda bisa seakan-akan menebak sifatnya. Terserah Anda.   Sampai di sini semoga Anda bisa  belajar lebih lagi mengenai kepribadian manusia dan bagaimana cara bersikap dengan orang berdasarkan kepribadiannya. Tugas Bagi Anda Yang Mengikuti Serial Panduan Cara Membaca Pikiran Dari materi pertama kita tentang psikologi ini ada beberapa hal yang di jadikan poin latihan dan tugas anda minggu ini. Coba pikirkan baik-baik dan sejujur-jujurnya, anda termasuk tipe kepribadian yang mana. Biasakan mengamati seseorang dan menentukan kepribadian orang tersebut. Latihan mengamati sifat-sifat pada MBTI pada seseorang. Gunakan analisa per dimensi untuk menentukan tipenya. Cari orang-orang yang mirip dengan orang yang sudah Anda kenal, dan amati sifatnya apakah sama. Latihlah diri Anda dengan mencoba menebak sifat, karakter dan kepribadian teman-teman Anda dan orang yang baru Anda kenal. Setelah mendapatkan kepribadiannya, coba tarik kesimpulan apa yang sedang orang itu pikirkan pada kejadian tertentu. Lakukan latihan Anda dengan baik, dan sampai ketemu minggu depan.
sumber lengkap di : https://bacapikiran.com/belajar-psikologi-kepribadian/
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Blogroll

Popular Posts

animasi

Categories

Blog Archive

Powered by Blogger.

Search This Blog

BTemplates.com

Blogroll

About

About

Copyright © Materi Pemasaran | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com